Sabtu, Februari 14, 2026
Editor's PickJatengKudusTrending

Perkuat Persatuan Desa, Jamaludin Malik Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Kudus

KUDUS – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik, kembali menegaskan pentingnya menjaga ideologi bangsa di tingkat akar rumput. Dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada Senin (9/12), ia mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong sebagai fondasi kekuatan desa.

Acara yang berlangsung di Ulam Sari Resto, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut dihadiri oleh kurang lebih 150 tokoh masyarakat. Kehadiran para tokoh ini merepresentasikan antusiasme warga Kudus dalam menjaga persatuan di tengah dinamika zaman.

Gotong Royong: Kunci Merawat Empat Pilar

Mengangkat tema “Gotong Royong Merawat Empat Pilar, Memperkuat Persatuan Desa”, Jamaludin Malik memaparkan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan.

“Desa adalah unit terkecil yang menjadi penopang bangsa. Jika gotong royong di desa kuat, maka persatuan nasional akan sulit digoyahkan,” ujar Jamaludin di hadapan para peserta. Ia menekankan bahwa melalui gotong royong, implementasi Empat Pilar menjadi lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam aksi tolong-menolong dan musyawarah warga.

Dialog Interaktif: Mendengar Suara Tokoh Masyarakat

Tidak hanya memaparkan materi, suasana sosialisasi terasa hidup saat memasuki sesi dialog interaktif. Perwakilan peserta dari berbagai desa di Kabupaten Kudus memanfaatkan momen ini untuk berdialog langsung dengan legislator pusat tersebut.

Beberapa poin penting yang muncul dalam dialog antara lain:

  • Upaya menjaga kerukunan antarwarga di era digital.
  • Peran tokoh masyarakat dalam membimbing pemuda desa agar melek konstitusi.
  • Sinergi antara kebijakan pusat dan kearifan lokal masyarakat Kudus.

Jamaludin Malik menanggapi satu per satu aspirasi tersebut dengan lugas. Ia berjanji akan membawa semangat dari desa-desa di Kudus ini ke dalam kerja-kerja legislasi di DPR RI.

Komitmen Kebangsaan dari Ulam Sari Kudus

Pemilihan lokasi di Ulam Sari Resto Kecamatan Jati menjadi saksi bisu komitmen 150 tokoh masyarakat Kudus untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah. Jamaludin berharap, setelah acara ini, para tokoh masyarakat dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan kepada warga lainnya.

“Persatuan desa adalah kunci. Mari kita jadikan gotong royong sebagai identitas yang tak boleh hilang dari bumi Kudus,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *