Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik Adalah ‘Kompas’ Biar Bangsa Tidak Hilang Arah
JEPARA – Suasana sosialisasi empat pilar di Gor GOVIGO oleh Jamaludin Malik, Kecamatan Mlonggo tampak hangat dan penuh semangat pada 8 Desember. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik, duduk bersama sekitar 150 tokoh masyarakat dari Kecamatan Kembang dan Bangsri untuk membedah kembali nilai luhur bangsa dalam tajuk “Empat Pilar Kebangsaan: Fondasi Kita Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat”.
Dalam Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik tersebut, Jamaludin atau yang akrab disapa dengan sapaan hangat oleh konstituennya, menekankan bahwa di tengah gempuran budaya digital, warga harus punya pegangan yang kuat.
Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik “Jangan Sampai Kita Lupa Jati Diri”
Sosialisasi Empat Pilar Jamaludin Malik tidak hanya memaparkan teori, namun ia memberikan analogi yang mudah dipahami oleh para tokoh masyarakat yang hadir.
“Bapak-Ibu, Indonesia ini ibarat kapal besar. Kalau kita tidak punya kompas yang jelas, kita bakal gampang diombang-ambingkan arus. Nah, Empat Pilar ini adalah kompas kita. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah alasan kenapa kita masih bisa berdiri tegak dan bersatu sampai hari ini,” tegas Jamaludin dengan nada akrab.
Ia juga menambahkan bahwa kedaulatan bangsa dimulai dari kerukunan di tingkat desa. “Kalau di Kembang dan Bangsri warganya rukun, saling menghargai meski beda pilihan, itu artinya kita sudah menjalankan amanat konstitusi secara nyata,” lanjutnya.

Peran Tokoh Masyarakat dalam Indonesia Maju
Kehadiran 150 tokoh masyarakat dari dua kecamatan ini dipandang sebagai langkah strategis. Jamaludin menyadari bahwa pesan-pesan kebangsaan akan lebih efektif jika disampaikan oleh sosok yang dihormati di lingkungannya.
Mengapa sosialisasi ini penting?
- Menangkal Hoaks: Menjaga warga agar tidak mudah terpecah belah oleh informasi palsu.
- Memperkuat Gotong Royong: Menghidupkan kembali budaya bantu-membantu di tengah masyarakat.
- Kesiapan Menuju Indonesia Maju: Menyiapkan mentalitas masyarakat yang berdaulat secara pemikiran.
Diskusi Santai di Gor GOVIGO
Tidak hanya searah, acara di Gor GOVIGO ini juga membuka ruang dialog. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Jamaludin Malik yang mau turun langsung ke bawah untuk “belanja masalah” sekaligus memberikan edukasi politik yang sehat.
“Kami butuh sosok wakil rakyat yang tidak hanya bicara di Jakarta, tapi juga peduli dengan pemahaman kebangsaan kami di desa. Sosialisasi ini jadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga kerukunan,” ujar salah satu peserta dari Bangsri.
Acara ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah Jepara demi mendukung visi besar Indonesia Maju dan Berdaulat.
