Rabu, April 15, 2026
Editor's PickJepara

Jamaludin Malik Bakar Semangat Pemuda Bumi Muria Lewat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

JEPARA – Ratusan tokoh pemuda dan penggerak desa dari tiga kabupaten berkumpul di Gedung Serbaguna Desa Troso, Pecangaan, Jepara, Selasa (17/3/2026). Mereka hadir dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI yang digelar oleh Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik, S.H., M.H. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang secara konsisten digelar Jamaludin untuk memperkuat pemahaman kebangsaan di akar rumput.


Sebanyak 150 peserta dari Kabupaten Jepara, Kudus, dan Demak memenuhi JM GOR sejak pagi. Hadir di antaranya perwakilan organisasi kemasyarakatan, pemerhati pendidikan, tokoh agama, serta para penggerak komunitas lokal yang selama ini aktif di garis terdepan pemberdayaan masyarakat desa.
Mengangkat tema “Energi Muda Membangun Desa: Menjaga Kedaulatan NKRI dan Keberagaman Bhinneka Tunggal Ika di Bumi Muria”, legislator Dapil Jawa Tengah II itu menekankan pentingnya peran pemuda dalam memperkuat fondasi negara dari tingkat paling bawah. Menurut Jamaludin, desa bukan sekadar unit administratif, melainkan pusat peradaban bangsa yang harus dikelola oleh generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
“Desa adalah benteng pertahanan terakhir kedaulatan kita. Jika pemudanya cerdas, kreatif, dan setia pada Pancasila, maka NKRI akan tetap kokoh,” tegas Jamaludin di hadapan peserta yang menyambut pernyataan itu dengan tepuk tangan meriah.
Lebih jauh, pria yang akrab disapa JM ini menekankan bahwa 4 Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — bukanlah doktrin usang, melainkan kompas hidup yang relevan di tengah tantangan zaman. Ia mengajak pemuda Bumi Muria untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan dalam setiap langkah inovasi dan pengabdian di desa masing-masing.


Jamaludin juga mendorong generasi muda di kawasan Bumi Muria untuk mengoptimalkan potensi desa melalui inovasi lokal sebagai wujud nyata bela negara di era modern. Potensi pertanian, ekonomi kreatif, hingga pariwisata lokal disebutnya sebagai ladang kontribusi yang menanti tangan-tangan muda yang terampil dan bersemangat.
Sesi tanya jawab berjalan kritis dan dinamis, khususnya menyoal integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam kurikulum pendidikan lokal. Para pemerhati pendidikan berharap ada terobosan nyata agar Pancasila tidak hanya hidup di ruang-ruang seremonial, tetapi benar-benar tertanam dalam keseharian pelajar. Aspirasi tersebut diterima serius oleh Jamaludin, yang berkomitmen membawanya ke meja pembahasan di tingkat pusat.
Menutup kegiatan, Jamaludin Malik menegaskan bahwa momentum Ramadan menjadi pengingat bersama untuk mempererat solidaritas sosial dan semangat gotong royong — dua nilai yang selama ini menjadi DNA masyarakat Bumi Muria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *